Jul 11

Paper UTT SIM: Penerapan E-Business di Indonesia

Posted by on Jul 11 2011

Teknologi saat ini berubah sangat cepat. Perubahan ini merupakan salah satu pendorong utama munculnya ekonomi baru. Ekonomi baru (disebut juga digital economy) merupakan ekonomi berdasarkan revolusi digital dan manajemen industri informasi (Kotler.,et.al, 2002). Teknologi digital/teknologi informasi, seperti internet dan komputer, memungkinkan penyimpanan dan transmisi data dalam format digital. Informasi digital telah meningkatkan ekonomi melalui pasar yang lebih efisien, lebih banyak akses informasi, serta globalisasi komunikasi. Era ekonomi digital memaksa perusahaan untuk menyusun konsep pemasaran, kemampuan dan hubungan yang baru yang berada jauh diatas batasan departemen pemasaran konvensional.

Internet merupakan sebuah koneksi global dari ribuan jaringan yang dikelola secara bebas (Oetomo, 2001). Internet sebagai bagian dari kemajuan teknologi, secara dramatis telah membentuk ulang pasar dan bisnis. Konsumen di seluruh dunia ter-exposed akan cara hidup dan konsumsi baru dan menginginkan banyak dari hal-hal yang mereka lihat. Pola kehidupan berangsur-angsur mengalami perubahan sejak tercipta teknologi internet. Bisnis pun mulai mengadopsi internet sehingga mendukung terciptanya sistem e-business, ecommerce, e-marketing, e-education dan sebagainya.

Pada prinsipnya, e-Business kerap didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi. Jika dahulu transaksi bisnis yang harus dilakukan secara tatap muka (face-to-face), melibatkan sejumlah fasilitas dan sumber daya fisik (office dan paper), dan mempertukarkan barang dan jasa terkait dengan uang kertas atau uang receh; maka pada saat ini transaksi serupa dapat dilakukan oleh siapa saja dan dari mana saja secara fleksibel (tanpa harus bertemu muka), dilakukan dengan menggunakan peralatan elektronik (komputer, personal digital assistant, dsb.) dan internet, dimana proses pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer informasi keuangan (credit card, digital money, dsb).

Para praktisi bisnis harus melihat fenomena ini sebagai suatu tawaran kesempatan untuk dapat meningkatkan kinerja bisnis dari berbagai segi secara signifikan, karena banyak sekali hal yang dapat dilakukan seperti: memperbaiki efisiensi, efektivitas, transformasi industri, dan lain sebagainya. Intinya adalah, jika praktisi bisnis melihat adanya sumber daya fisik atau proses bisnis yang saat ini dapat didigitaliasikan, maka disitulah kesempatan konsep e-Business dapat diimplementasikan

Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan yang ingin mengimplementasikan konsep e-Bussiness adalah bahwa manajemen perusahaan benar-benar memahami filosofi dasar dari konsep e-Business (bukan sekedar ikut-ikutan atau latah belaka). Setelah itu, barulah dua hal penting yang harus dimiliki, adalah kemauan dan kemampuan. Kemauan artinya adanya keinginan, inisiatif, komitmen, dan dukungan dari segenap pimpinan dan manajemen perusahaan untuk mengimplementasikan konsep e-Business di institusi yang dikelolanya. Kemauan diperlukan karena sering kali inisiatif penerapan prinsip e-Business memerlukan paradigma dan pandangan baru terhadap bagaimana cara-cara mengelola bisnis dari segenap sumber daya manusia perusahaan. Bahkan tidak jarang ditemukan proyek penerapan e-Business yang dilakukan secara simultan dengan program manajemen perubahan (change management).

Untuk lebih jelasnya dapat download papernya

PAPER UTT SIM

 

Referensi:

Kotler, Philip, Dipak C.Jain, dan Suvit Maesincee. 2002. Marketing Moves: A New Approach To Profits, Growth, and Renewal. Harvard Business School Press. Boston Massachusetts.

O’Brian dan Marakas. 2008. Management Information System. McGraw Hill.

Oetomo, BSD. 2001. Perspektif e-business: Tinjauan Teknis, Manajerial, dan Strategi. Andi Yogyakarta: Yogyakarta.

Yasa, Ni Nyoman Kerti. 2007. Apa dan Mengapa e-business serta Prospeknya di Indonesia. Forum Manajemen, volume 5 nomor 1. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

[anonim]. 2011. Contoh Penerapan e-business. http://komas-business.blogspot.com/2008/11/contoh-penerapan-e-business.html (10 Juli 2011).

[anonim]. 2011. Penerapan e-business pada perusahaan. http://telefikasi.blogspot.com/2010/11/penerapan-e-business-pada-perusahaan.html (10 Juli 2011).

 

Jul 08

UAT SIM: Urgensi Maintainability Dari Suatu Software

Posted by on Jul 08 2011

Urgensi maintainability dari suatu software adalah pentingnya perawatan/pemeliharaan dan pengembangan suatu software. Tujuannya adalah agar software selalu dalam keadaan siap pakai. Dalam waktu tertentu tidak menutup kemungkinan software mengalami kerusakan atau perlu disempurnakan lagi disitulah pentingnya maintainability.

 

Pemeliharaan Perangkat Lunak

Kegiatan pemeliharan perangkat lunak (software) terjadi karena adanya asumsi yang salah pada saat uji coba yaitu kesalahan tersembunyi pada perangkat lunak yang cukup besar. Ada 4 (empat) jenis pemeliharaan perangkat lunak yaitu sebagai berikut

a.         Corrective Maintenance

Corrective maintenance terjadi pada saat produk dipakai dan hasil yang didapat oleh pamakai baik berupa kesalahan yang timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai.

b.         Adaptive maintenance

Aktivitas yang kedua ini terjadi karena pertumbuhan atau perkembangan perangkat lunak atau perangkat keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat.

c.          Perfective maintenance

Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan dilakukan uji cobs kemudian dipergunakan oleh user. Setelah dipergunakan oleh user mungkin timbul permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai.

d.         Preventive maintenance

Pemeliharaan yang terakhir dilakukan untuk menghadapi kemajuan perangkat lunak atau perangkat keras di masa mendatang, umpamanya penambahan fungsi­-fungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.

 

Karakteristik pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (1) pemeliharan terstruktur dan tidak terstruktur; (2) Biaya Pemeliharaan. Pemeliharaan terstruktur dimulai dari permintaan akan pemeliharaan dan menentukan konfigurasi dari perangkat lunak yang akan diadakan pemeliharaan. Setelah itu, dilakukan evaluasi perancangan dan menentukan rencana pendekatan yang akan digunakan untuk melakukan pemeliharaan. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan modifikasi perancangan dan penulisan ulang program. Langkah akhir dari pemeliharaan terstruktur adalah mereview program yang telah ditulis, jika diterima maka tugas pemeliharaan telah selesai dilakukan. Sedangkan jika konfigurasi merupakan program permodul, maka kegiatan yang dilakukan adalah evaluasi program. Ketika diperlukan modifikasi yang cukup besar, maka tindakan yang diambil adalah pembuatan ulang yang dilanjutkan dengan review hasil. Jika hasil akhir memenuhi kriteria, maka perangkat lunak telah siap.

Pemeliharaan tidak tersturktur hal yang harus diperhatikan adalah bahwa pada pemeliharaan ini tidak mempunyai dokumentasi yang baik, tidak menggunakan metodologi perancangan, dan tidak melakukan langkah pemeliharan seperti yang dilakukan pada pemeliharaan terstruktur.

 

Maintainability

Maintainability adalah usaha yang diperlukan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam software. Maintanability juga disebut sebagai pemeliharaan system. Dimana setelah sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi. Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan.

Unsur maintainability dalam pengembangan software termasuk dalam Product Operations yaitu kemampuan software dalam menjalani perubahan. Setelah sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi. Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan software untuk menjalani perubahan adalah Maintainability.

Ada 3 alasan yang mendasari pentingnya pemeliharaan sistem atau maintenance system, yaitu sebagai berikut.

a.        Memperbaiki Kesalahan (Correcting Errors)

Maintenance dilakukan untuk mengatasi kegagalan dan permasalahan yang muncul saat sistem dioperasikan. Sebagai contoh, maintenace dapat digunakan untuk mengungkapkan kesalahan pemrograman (bugs) atau kelemahan selama proses pengembangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki.

b.        Menjamin dan Meningkatkan Kinerja Sistem (Feedback Mechanism)

Kajian pasca implementasi sistem merupakan salah satu aktivitas maintenance yang meliputi tinjauan sistem secara periodik. Tinjauan periodik atau audit sistem dilakukan untuk menjamin sistem berjalan dengan baik, dengan cara memonitor sistem secara terus-menerus terhadap potensi masalah atau perlunya perubahan terhadap sistem. Sebagai contoh, saat user menemukan errors pada saat sistem digunakan, maka user dapat memberi umpan balik atau feedback kepada spesialis informasi guna meningkatkan kinerja sistem. Hal ini yang menjadikan system maintenance perlu dilakukan secara berkala, karena system maintenance akan senantiasa memastikan sistem baru yang di implementasikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan penggunaanya melalui mekanisme umpan balik.

c.         Menjaga Kemutakhiran Sistem (System Update)

Selain sebagai proses perbaikan kesalahan dan kajian pasca implementasi, system maintenance juga meliputi proses modifikasi terhadap sistem yang telah dibangun karena adanya perubahan dalam organisasi atau lingkungan bisnis. Sehingga, system maintenance menjaga kemutakhiran sistem (system update) melalui modifikasi-modifikasi sistem yang dilakukan.

 

Menurut ISO (International Organization for standarization) 9126, software berkualitas memiliki beberapa karakteristik seperti tercantum pada tabel berikut:

Karakteristik Sub karakteristik
Functionality:Software untuk menjalankan fungsinya sebagimana kebutuhan sistemnya. Suitability, accuracy, interoperability, security
Reliability:Kemampuan software untuk dapat tetap tampil sesuai dengan fungsi ketika digunakan. Maturity, Fault tolerance, Recoverability
Usability:Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan sumberdaya. Understanbility, Learnability, Operability, Attractiveness
Efficiency:Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan sumberdaya. Time behaviour, Resource Utilization
Maintainability:Kemampuan software untuk dimodifikasi (korreksi, adaptasi, perbaikan) Analyzability, Changeability, Stability, Testability
Portability:Kemampuan software untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Adaptability, Installability

 

Seperti yang terlihat pada tabel diatas, karakteristik Maintanability terdiri dari sub-sub karakteristik lain seperti:

  • Analyzability, merupakan kemudahan untuk menentukan penyebab kesalahan.
  • Changeability, merupakan kualitas lain dari Flexibility yang berarti kemudahan dilakukannya perubahan atau modifikasi terhadap software
  • Stability dan Testability.

 

Maintainability Selama Pengembangan

Ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan selama pengembangan perbaikan perangkat lunak. Aktivitas tersebut berupa:

  • Mengembangkan standarisasi petunjuk.
  • Menentukan kendala untuk dokumen pendukung.
  • Menentukan prosedut yang menjamin kualitas.
  • Menentukan perbaikan produk.
  • Menentukan sumber daya yang diperlukan untuk pemeliharaan.
  • Memperkirakan biaya pemeliharaan

 

Referensi:

Mediarman, B. 2011. Perangkat Lunak dan Pemeliharaannya. Pusat Pengembangan Bahan Ajar-UMB. http://pksm.mercubuana.ac.id (08 Juli 2011).

[anonim]. 2011. Definisi Software. http://muhamadhaydrus.wordpress.com/category/software/ (08 Juli 2011)

[anonim]. 2011. Pengertian software (Perangkat Lunak) komputer. http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-software-perangkat-lunak-komputer/ (08 Juli 2011).

http://diansuryasaputra.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/soal-3-urgensi-maintainability-dari-suatu-software/ (08 Juli 2011).

http://suherli.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/no-3-urgensi-maintainaibility-suatu-software/ (08 Juli 2011).

 

File PDF UAT SIM

May 25

Perhitungan dan Estimasi Biaya

Posted by on May 25 2011

Pada tulisan kali ini, saya akan coba ngebahas tentang Perhitungan dan Estimasi biaya. Perhitungan ini dilakukan sama seperti bagaimana kita meramalkan biaya yang akan dikeluarkan dari tahun ketahun, dan ini juga berguna dalam mempengaruhi keputusan yang di ambil. Ada banyak cara untuk melakukan estimasi biaya, ada dengan menggunakan metode peramalan kausal,metode peramalan periodik, metode setengah rata-rata, dan metode rata-rata bergerak. Semuanya ini berfungsi untuk mengestimasi biaya yang dikeluarkan.

Untuk lebih jelasnya bisa diakses di http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/

Silahkan membaca…semoga membantu……..

Mar 17

Penerapan Knowledge Management di TNI AD

Posted by on Mar 17 2011

Penerapan Knowledge Management (KM) di TNI AD

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan tugas pokok maka penerapan KM di lingkungan TNI AD merupakan suatu keharusan. Penerapan KM ini dapat diawali dari Lembaga Pendidikan (lemdik) TNI AD sebagai “gudang ilmu”. Lemdik merupakan garda depan dalam mencetak sumber daya manusia TNI AD. Dari sinilah seluruh personel TNI AD yang mengawaki organisasi dibentuk. Penerapan KM di TNI AD saat ini masih dalam embrio dengan dimulainya sosialisasi dan komputerisasi bahan ajaran di semua Lemdik TNI AD. Diharapkan dengan dibuatnya bahan ajaran menggunakan teknologi informasi maka ketersediaan pengetahuan eksplisit menjadi tidak bermasalah karena tersedia dalam bentuk yang mudah diakses secara cepat dengan bantuan komputer. Dengan adanya akses yang cepat ini maka proses belajar akan menjadi lebih cepat dan efektif. Di samping itu diharapkan akan tumbuh budaya menulis di kalangan guru militer untuk selalu menuangkan ide dan hasil pengembangan ilmunya di dalam suatu tulisan yang dapat dijadikan bahan untuk pengembangan pengetahuan.

Karena masih dalam tahap embrio dan baru akan dikembangkan maka perlu mempertimbangkan beberapa hal / langkah untuk implementasinya agar dapat berhasil dengan baik. Langkah-langkah tersebut meliputi :

a.         Identifikasi pengetahuan yang ada (baik tacit maupun eksplisit) sehingga dapat diketahui peta pengetahuan dalam organisasi dan proses-proses atau kebiasaan yang terkait dengan pengelolaan pengetahuan.

b.        Identifikasi infrastruktur yang ada, kita perlu melihat infrastruktur apa yang telah ada, misalnya koleksi hanjar, perpustakaan, intranet, media komunikasi internal, email, forum diskusi, digital library dan lain-lain.

Setelah diperoleh gambaran mengenai proses pengelolaan pengetahuan yang ada dan infrastrukturnya maka kita dapat memulai untuk membangun KM. Apabila KM akan diimplementasikan maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Penerapan teknologi

Pada tahap awal perlu menggunakan teknologi yang tepat, sederhana yang telah ada dan baru kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut. Sebagai misal untuk komputerisasi bahan ajaran dapat menggunakan teknologi sederhana yang biayanya relatif murah seperti menggunakan bentuk portable document format (PDF). Kebetulan software ini (Adobe Acrobat Reader) merupakan software yang dapat di download dengan gratis. Sementara front end nya menggunakan bentuk html yang dapat ditampilkan melalui internet explorer sebagai bagian dari Windows 98 ataupun Windows ME yang dibeli bersamaan dengan komputer baru (preloaded). Dengan demikian maka hal-hal yang berkaitan dengan masalah hak kekayaan intelektual (HAKI) tidak menjadi masalah pada saat awal penerapan KM ini. Setelah KM ini dapat berjalan dan diterima oleh pengguna maka baru kemudian dikembangkan menggunakan teknologi yang lebih baik dan memerlukan biaya yang relatif mahal tetapi sangat menolong bagi perkembangan organisasi.

b. Perubahan budaya.

Dapat dilakukan dengan membuat kebijakan dan anjuran. Ini merupakan hal yang penting karena budaya di TNI AD masih sangat bersifat paternalistik. Sehingga peran pimpinan akan sangat menonjol di dalam pemasyarakatan KM ini. Ini merupakan langkah yang menentukan karena keberhasilan KM merupakan penentu maju mundurnya organisasi.

c. Pembangunan fasilitas untuk berbagi pengetahuan (knowledge exchange).

Perlunya dibentuk suatu tempat untuk memungkinkan tumbuh suburnya diskusi. Hal ini merupakan sarana bagaimana pengetahuan itu dapat dibagikan. Fasilitas tersebut sangat penting sebagai tempat dari aktifitas-aktifitas yang penting bagi proses penciptaan pengetahuan dan inovasi yang meliputi knowledge exchange, knowledge capture, knowledge reuse, dan knowledge internalization. Hal ini juga penting karena dapat digunakan sebagai sarana untuk menangkap pengetahuan yang sifatnya tacit.

 

d. Sosialisasi KM untuk dapat dimanfaatkan oleh seluruh personel

Hal ini merupakan suatu kunci keberhasilan dalam penerapan KM karena apabila KM ini dikenal oleh seluruh personel maka proses untuk menangkap pengetahuan ini akan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

e. Evaluasi keberhasilan penerapan KM.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran kinerja dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya KM.

 

Continue Reading »

Dec 17

KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER

Posted by on Dec 17 2010

Kemajuan teknologi komunikasi sekarang mempunyai pengaruh pada perkembangan pengolahan data. Data dari satu tempat dapat kirim ke tempat lain dengan alat telekomunikasi. Untuk Data yang menggunakan komputer, pengiriman data menggunakan sistem transmisi elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data (data communication). Di dalam sistem komunikasi, istilah jaringan (network) digunakan bila paling sedikit dua atau lebih alat-alat dihubungkan satu dengan yang lainnya. Contoh jaringan yang banyak dilihat sehari-hari adalah jaringan radio dan televisi, dimana beberapa stasiun pemancar saling dihubungkan, sehingga suatu program yang sama dapat disiarkan ke segala penjuru.

Komunikasi Data

Untuk mengkomunikasikan data dari satu tempat ke tempat yang lain, tiga elemen sistem harus tersedia, yaitu sumber data (source), media transmisi (transmission media) yang membawa data yang dikirim dari sumber data ke elemen ketiga yaitu penerima (receiver). Bila salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan.

Media Transmisi Data

Transmisi data merupakan proses pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. Untuk dapat mengetahui tentang transmisi data lebih lengkap, maka perlu diketahui beberapa hal yang berhubungan dengan proses ini. Hal tersebut menyangkut :

ü  Media transmisi yang dapat digunakan.

ü  Kapasitas channel transmisi.

ü  Tipe dari channel transmisi.

ü  Kode transmisi yang digunakan.

ü  Mode transmisi

ü  Protokol

ü  Penanganan kesalahan transmisi.

Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai channel (jalur/kanal) transmisi atau carrier dari data yang dikirim, dapat berupa kabel maupun radiasi elektromagnetik. Bila sumber data dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area yang lokal, maka dapat digunakan kabel sebagai media transmisinya. Kabel dapat berbentuk kabel tembaga biasa yang digunakan pada telepon, coaxial cable (kabel koax) atau fiber optic (serat optik). Kabel koax merupakan kabel yang dibungkus dengan metal yang lunak dan mempunyai tingkat transmisi data yang lebih tinggi dibanding dengan kabel biasa.tetapi lebih mahal. Sedangkan kabel serat optik dibuat dari serabut-serabut kaca (optical fibers) yang tipis dengan diameter sebesar diameter rambut manusia. Kabel jenis ini mempunyai kecepatan pengiriman data sampai 10 kali lebih besar dari kabel koax.

Bila sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh, kanal komunikasi data berupa media radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka, yang dapat berupa gelombang mikro (microwave), sistem satelit (satellite system) atau sistem laser (laser system). Gelombang merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dipancarkan dari satu stasiun ke stasiun yang lain. Sifat pemancaran dari gelombang mikro adalah line-of-sight, yaitu tidak boleh terhalang, misalnya karena adanya gedung-gedung yang tinggi, bukit-bukit atau gunung-gunung. Gelombang mikro biasanya digunakan untuk jarak-jarak yang dekat saja. Untuk jarak yang jauh, harus digunakan stasiun relay yang berjarak 30 sampai 50 kilometer. Stasiun relay diperlukan karena untuk memperkuat sinyal yang diterima dari stasiun relay sebelumnya dan meneruskannya ke stasiun relay berikutnya.

Karena gelombang mikro tidak boleh terhalang maka untuk jarak-jarak yang jauh digunakan sistem satelit. Satelit akan menerima sinyal yang dikirim dari stasiun gelombang mikro di bumi dan mengirimkannya kembali ke stasiun bumi yang lainnya. Satelit berfungsi sebagai stasiun relay yang letaknya di luar angkasa.

Kapasitas Kanal Transmisi

Bandwidth (lebar band) menunjukkan sejumlah data yang dapat ditransmisikan untuk satu unit waktu yang dinyatakan dalam satuan bits per second (bps) atau characters per second (cps). Bandwith dengan satuannya bps atau cps menyatakan ukuran dari kapaitas kanal transmisi, bukan ukuran kecepatan. Transmisi data dengan ukuran 1000 bps tidak dapat dikatakan lebih cepat dari transmisi data dengan ukuran 200 bps, tetapi dapat dikatakan bahwa lebih banyak data yang dapat dikirimkan pada satu unit waktu tertentu (detik).

Kapasitas atau transfer rate (tingkat penyaluran) atau baud rate dari kanal tranmisi dapat digolongkan dalam narrowband channel, voice band channel, wideband channel. Narrowband channel atau subvoice grade channel merupakan kanal transmisi dengan bandwidth yang rendah, berkisar dari 50-300 bps. Biaya transmisi lewat narrow band channel lebih rendah, tetapi biaya rata-rata per bitnya lebih mahal dengan tingkat kemampuan kesalahan yang besar. Jalur telegraph merupakan contoh dari kanal jenis ini.

Voice band channel atau voice grade channel merupakan kanal transmisi yang mempunyai bandwidth lebih besar dibandingkan dengan narrowband channel, yang berkisar dari 300 – 500 bps. Jalur telepon merupakan contoh dari kanal jenis ini.

Wideband channel atau broad band channel adalah kanal transmisi yang digunakan untuk transmisi volume data yang besar dengan bandwidth sampai 1 juta bps. Secara umum transmisi data dengan kanal ini sangat mahal, tetapi bila diperhitungkan biaya per bitnya akan lebih murah dan kemungkinan kesalahan transmisi kecil. Jalur telepon jarak jauh menggunakan kanal wideband, yaitu menggunakan media kabel koax yang ditanam di dasar atau gelombang mikro atau sistem satelit.

Tipe Kanal Transmisi

Suatu channel transmisi dapat mempunyai tipe transmisi satu arah (one way transmision), transmisi dua arah bergantian (either way transmision) atau transmisi dua arah serentak (both way transmission). Tipe transmisi satu arah merupakan kanal transmisi yang hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bisa bolak-balik. Siaran radio atau televisi merupakan contoh dari transmisi dari arah, yaitu sinyal yang dikirimkan dari stasiun pemancar hanya dapat diterima oleh pesawat penangkap siaran, tetapi pesawat penangkap siaran tidak dapat mengirimkan informasi balik ke stasiun pemancar. Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain yang searah (komputer yang satu sebagai pengirim dan komputer yang lainnya sebagai penerima) merupakan contoh transmisi satu arah.

Tipe transmisi dua arah bergantian (two way transmission atau half duplex) merupakan kanal transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah yang bergantian (satu arah dalam suatu saat tertentu), yaitu bila satu mengirimkan, yang lain sebagai penerima dan sebaliknya, tidak bisa serentak. Dengan transmisi dua arah bergantian maka dapat mengirim dan menerima data. Walkie-talkie merupakan contoh dari transmisi dua arah bergantian, yaitu dapat mendengarkan atau berbicara secara bergantian.

Tipe transmisi dua arah serentak (both-way transmission atau full-duplex) merupakan kanal dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah secara serentak (dapat mengirim dan menerima data pada saat bersamaan). Komunikasi lewat telepon merupakan contoh dari transmisi dua arah serentak, yaitu dapat berbicara sekaligus mendengarkan apa yang sedang diucapkan oleh lawan bicara.

Perangkat Keras Komunikasi Data

Selain perangkat keras utama, seperti alat input-output, pemroses, dan penyimpanan sekunder, dalam sistem komunikasi data diperlukan bberapa perangkat keras lainnya, antara lain berupa modem. Umumnya jalur transmisi menyalurkan data dalam bentuk data analog, sedang data yang dihasilkan oleh sumber pengirim berbentuk data digital. Suatu alat yang disebut modulator-demodulator (disingkat modem) digunakan untuk merubah data dari bentuk digital ke bentuk analog dan sebaliknya.

Konsep Jaringan

Jaringan adalah suatu set perangkat keras dan lunak didalam suatu sistem yang memiliki suatu aturan tertentu yang mengatur seluruh aktivitas dan perilaku anggota-anggotanya dalam melakukan suatu aktivitas. Satu komputer yang terkoneksi ke jaringan menjadi satu node dari jaringan tersebut. Selain yang bukan komputer juga dapat menjadi node sepanjang mereka dapat berkomunikasi melalui jaringan, dengan mengirim dan menerima datanya terhadap node-node yang lain. Istilah “host” secara umum diartikan sebagai komputer yang terkoneksi ke jaringan yang dapat memberikan layanan jaringan (network service). Data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan dibawa oleh medium jaringan. Medium yang banyak digunakan adalah Ethernet, termasuk juga Token Ring, FDDI (Fiber Distributed Data Interface; medium yang menggunakan serat optik) dan Apple’s LocalTalk.

Komponen Jaringan

Komponen dari suatu jaringan adalah node dan link. Node adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam jaringan atau menghasilkan ouput informasi atau kedua-duanya. Node dapat berupa sebuah printer atau alat-alat cetak lainnya, atau suatu PC atau komputer mikro sampai komputer yang raksasa atau modem. Sedangkan link adalah kanal atau jalur transmisi untuk arus informasi atau data diantara node. Link dapat berupa kabel, sistem gelombang mikro, laser, atau sistem satelit.

Jaringan yang masing-masing node terletak di lokasi yang berjauhan satu dengan yang lainnya dan menggunakan link, berupa jalur transmisi jarak jauh disebut dengan jaringan eksternal. Sedangkan jaringan yang masing-masing node terpisah dalam jarak yang lokal dan menggunakan link berupa jalur transmisi kabel dsebut sebagai jaringan lokal atau LAN (lokal area network).

Protokol Jaringan

Dalam dunia komunikasi data komputer, protokol mengatur bagimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain. Dalam jaringan komputer dapat menggunakan banyak macam protokol tetapi agar dua buah komputer dapat berkomunikasi, keduanya perlu menggunakan protokol yang sama. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol ini. Karena menggunakan protokol yang sama, yaitu TCP/IP, perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah, sehingga jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan bumi manapun.

Model Jaringan

Ada dua model jaringan:

1.    Model peer to peer. Menurut model ini, setiap host dapat menawarkan layanan ke peer lain dan juga mengambil layanan dari peer lain. Model ini cocok untuk jaringan kecil. Windows for Workgroup menggunakan model ini.

2.    Model Client/Server. Model ini memisahkan secara jelas, mana yang dapat memberikan layanan jaringan (server) dan mana yang hanya menerima layanan (client). Beberapa komputer di-setup sebagai server yang memberikan segala sumberdaya (resource) dari jaringan: printer, modem, saluran dan lain-lain kepada komputer lain yang terkoneksi ke jaringan yang berfungsi sebagai client. Untuk dapat berkomunikasi antara server dan client (dan diantara mereka) server menggunakan aplikasi jaringan yang disebut server program dan, sementara client menggunakan client program untuk berkomunikasi dengan server program pada server.

Arsitektur Jaringan : Topologi

Yang dimaksud dengan topologi jaringan adalah susunan fisik bagimana node-node saling dihubungkan. Ada tiga topologi yang digunakan, yaitu:

1.    Topologi Bus : Ethernet. Ethernet menggunaan satu kawat (kabel) yang berfungsi sebagai medium untuk mentransmisikan data. Node yang merupakan bagian dari jaringan dihubungkan seluruhnya ke kabel tersebut. Node-node yang terhubungkan mengirim dan menerima data jaringan melalui kabel sebagai pembawa sinyal dan melihat apakah data tersebut ditujukan buat dirinya.

2.    Topologi ring: IBM Token ring. Salah satu node dihubungkan dengan node yang ada didepan dan dibelakangnya sehingga membentuk ring. Setiap node mendapat giliran menggunakan jaringan dengan mengirimkan “token”. Node yang mendapat giliran dapat mengirimkan data dan node lain meneriima data, serta melihat apakah data ditujukan kepadanya. Bila ditujukan buat dirinya, datapun disimpan, bila tidak data diteruskan ke node didepannya.

3.    Topologi Star atau Hub. Susunan atau skema dari topologi ini mirip sebuah bintang. Topologi ini memiliki satu hub pusat dari mana data ditransmisikan ke seluruh node dalam jaringan. Skema ini mempunyai kelebihan dibanding dua skema sebelumnya, yaitu bila terjadi kerusakan pada kabel tidak membawa dampak bagi seluruh node, tapi hanya node yang bersangkutan saja sehingga aktivitas jaringan tidak terganggu secara total. Ini berbeda dengan skema bus atau ring, dimana bila terjadi kerusakan pada kabel berakibat pada seluruh jaringan.

Fasilitas Jaringan

Beberapa fasilitas dalam jaringan komputer yang dapat digunakan, antara lain sharing, mapping, internet (browsing dan surat elektronik). Sharing digunakan untuk mengakses sumber daya yang terdapat pada server atau suatu workstation sehingga sumber daya ini bisa diakses oleh workstation lainnya dalam suatu jaringan. Sumber daya ini bisa berupa printer, direktori, drive, CD-ROM, dsb. Untuk selanjutnya, dalam sub bab pembahasan ini, workstation akan disebut sebagai komputer.

Dalam melakukan sharing, perlu dibedakan komputer source dan komputer destination. Komputer source merupakan komputer yang memiliki sumber daya yang akan diakses oleh komputer lainnya, sedangkan komputer destination merupakan komputer yang akan mengakses sumber daya.

Mapping berfungsi untuk memetakan suatu direktori pada server/workstation yang terhubung melalui jaringan sedemikian sehingga direktori tersebut seolah-olah menjadi drive lokal. Misalnya komputer B mengambil data dari komputer A, yakni direktori oet dengan cara mapping, sehingga direktori oet pada komputer B seolah-olah menjadi suatu drive lokal, yakni drive O:\. Untuk selanjutnya, komputer A disebut source, sementara komputer B disebut destination.

Mapping hanya bisa dilakukan dengan syarat kedua komputer (destination dan source) terhubung melalui jaringan, dan direktori pada komputer source di-sharing.

Fasilitas lain yang saat ini sangat populer adalah internet. Internet mulai berkembang pada tahun 1969, yang pada awalnya dikenal sebagai “internetworking” yaitu hubungan komputer dari sistem yang berbeda-beda, termasuk jaringan dari sistem yang berbeda pula. Istilah Internet mulai resmi dikenal pada tahun 1980-an dengan mulai didefinisikannya protokol TCP/IP yang mengatur semua yang berkaitan dengan internet. Dengan kata lain internet adalah jaringan dari jaringan komputer di dunia dari berbagai macam sistem yang terkoneksi satu sama lain dan melewatkan informasi dari satu jaringan ke jaringan-jaringan yang ada di dunia ini dapat berkomunikasi.

Internet browser (disingkat sebagai browser) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengakses internet. Browserbrowser yang sering digunakan diantaranya adalah Netscape Navigator dari Netscape Corporation dan Internet Explorer dari Microsoft.

Surat elektronik (electronic mail atau e-mail) merupakan cara pengiriman surat atau pesan secara elektronis. E-mail telah mengubah cara-cara pengiriman surat konvensional menjadi lebih cepat dan tepat karena dengan e-mail hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik untuk mengirim pesan kepada seseorang. E-mail sangat cocok digunakan untuk korespondensi antara teman, kolega dan lain-lain yang tidak banyak menggunakan formalitas, bahkan jika kita baru mengenal orang lewat e-mail.

Format alamat e-mail adalah user_id@domain, dimana user_id adalah nama yang digunakan untuk login ke provider (user_id) yang dapat ditentukan sendiri, sedangkan domain menunjukkan nama domain dari provider. Misalnya nama provider (perusahaan jasa penyedia layanan internet) adalah Centrin Internet yang memiliki nama domain centrin.net.id dan user_id adalah suci, maka alamat e-mail (e-mail addres) nya adalah suci@centrin.net.id. Untuk bisa menggunakan fasilitas e-mail memerlukan program khusus yang akan digunakan untuk membuat (menulis) pesan, mengirim, mengambil dan seterusnya. Program yang dimaksud antara lain adalah Eudora mail, Netscape Mail, Pegasus Mail, dan sebagainya.

Sumber Pustaka:

http://ikc.dinus.ac.id/pengantar/ivansudirman-hardwarekomputer.php (16 november 2010).

http://ilmukomputer.org/ (16 November 2010).

Dec 16

ujian AKO

Posted by on Dec 16 2010

Nama              : Soetjie Poernama Sari

Angkatan         : R-45

Ujian AKO

Rabu, 15 Desember 2010

Jawaban Bagian II

No. 1

Internet saat ini digunakan oleh siapa saja. Tak hanya bermanfaat dalam bidang pendidikan, manfaat internet bagi dunia usaha juga sudah banyak dirasakan oleh para pebisnis. Di era globalisasi yang penuh persaingan seperti sekarang ini, para pelaku bisnis harus pintar-pintar menjalankan bisnis mereka. Disinilah peran internet dibutuhkan. Banyak yang mengaku bahwa internet adalah teknologi yang sangat berpengaruh pada bisnis yang sedang dijalankan. Tak sedikit pula pebisnis yang sangat sukses berkat bantuan internet.


Manfaat Internet Bagi Dunia Usaha

Berikut ini adalah beberapa contoh kegunaan internet dalam dunia usaha.

  • Internet adalah teknologi yang diciptakan sebagai sumber informasi. Dengan adanya internet, banyak para pebisnis yang bisa mencari informasi apapun yang berhubungan dengan bisnis mereka.

    Misalnya, seorang yang memiliki usaha makanan kaleng, ia bisa mencari pengetahuan tentang apa saja yang dibutuhkan. Entah itu bahan, cara pengolahan, maupun bagaimana memasarkannya.

  • Internet tidak hanya membantu para pebisnis yang sudah lama terjun dalam bidang ini. Para pemula pun bisa mulai tertarik berwirausaha bila mendapat pengetahuan tentang bisnis. Hal ini tentu akan menambah maraknya dunia bisnis di Indonesia.
  • Manfaat internet dalam dunia bisnis adalah bisa memudahkan para pebisnis untuk memasok barang yang menjadi komoditi bisnis mereka.

    Misalnya, ada seseorang yang bisnisnya bergerak dalam bidang fashion dan ingin menambah koleksi dengan membeli barang import. Ia bisa saja menggunakan jasa internet untuk mencari informasi dan memesan barang dari luar negeri.

  • Internet adalah suatu media untuk berpromosi. Ini juga merupakan salah satu manfaat internet bagi dunia usaha. Lewat situs pribadi, blog, atau jejaring sosial internet, promosi bisa lebih mudah dilakukan, hemat biaya, dan cakupan promosinya (masyarakat/konsumen) juga bisa lebih luas.
  • Manfaat internet bagi dunia usaha tak hanya dirasakan oleh para pebisnis yang berperan sebagai produsen, tapi juga dirasakan oleh para konsumen secara tidak langsung. Bila dunia usaha maju, para konsumen pun akan lebih mudah mendapatkan barang berkualitas yang mereka inginkan.
  • Tak hanya para konsumen. Secara tidak langung, manfaat internet bagi dunia usaha juga berpengaruh pada para pekerja. Misalnya, suatu perusahaan yang maju berkat adanya internet, tentu akan mempengaruhi taraf hidup para pekerjanya.

    Itulah manfaat internet bagi dunia usaha yang ternyata cukup banyak dan membantu pihak-pihak yang bergelut di dalam dunia usaha, baik para produsen maupun konsumen.

Salah satu masalah dalam dunia internet adalah ancaman virus yang selalu
berkembang seiring perkembangan dunia komputer maupun perkembangan
internet itu sendiri. Berbagai virus telah berkembang dan penyebarannya pun
bervariatif, khususnya menyebar lewat jaringan global internet, baik lewat e-mail
maupun file-file yang di download.

Ketergantungan pada jaringan telepon, satelit dan Internet Service
Provider. Fasilitas jaringan telepon, bahkan satelit serta ISP menjadi sangat berpengaruh terhadap biaya pemakaian internet. Apabila anda akses internet dial-up, maka kenaikan tarif pulsa telepon dan ISP menjadi pengaruh yang cukup kuat
terhadap akses internet.

Selain itu saluran telepon di Indonesia masih relatif lambat, yang pada gilirannya
akan berpengaruh terhadap waktu akses internet dan biaya akan lebih mahal. Di
samping itu terbatasnya bandwitdh sistem transmisi yang disediakan ISP dan
banyaknya pelanggan yang akses internet dalam waktu bersamaan akan
mempengaruhi akses internet.

No.2

Ada beberapa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan masalah multi criteria decision making, antara lain LINDO,QM for windows, expert choise, dan AHP

LINDO

Lindo merupakan suatu program komputer  yang digunakan untuk aplikasi linear progamming, yaitu suatu pemodelan matematik yang digunakan untuk mengomptimalkan suatu tujuan dengan berbagai kendala yang ada.  LINDO mampu menyelesaikan variasi program linear yaitu integer dan quadratic progamming.

Ada beberapa tahapan ringkas untuk mendayagunakan LINDO, yaitu 1) merumuskan masalah dalam kerangka programming; 2) menuliskan kedalam persamaan matematik linear progamming; 3) menuliskan rumusan ke dalam LINDO dan mengeksekusinya; dan 4) menginterpretasi keluaran LINDO.

LINDO membagi perintahnya dalam 6 kategori yaitu file, edit, solve, reports, window, dan help. Kategori tersebut merupakan menu-menu untuk menyederhanakan perintah yang ada di dalam LINDO.

QM FOR WINDOWS

QM merupakan suatu paket program yang dikeluarkan oleh Prentice Hall’s yang digunakan untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan manajemen kuantitatif, management science, dan operation research. Paket program QM dirancang untuk memudahkan pengguna, hal tersebut dapat dilihat pada feature program tersebut.

  • Standar windows

Ø  Bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan software berbasis windows maka akan mudah mengoperasikan program QM dan POM for windows.

Ø  Menyimpan dan membuka file dapat dilakukan dengan mudah

Ø  Data dan hasilnya dapat disalin ke aplikasi windows lainnya seperti MS. Word.

  • Fleksibilitas

Ø  Bagian-bagian pada layar dapat diatur sesuai dengan keinginan pengguna.

Ø  Pengguna dapat memilih output yang diinginkan untuk dicetak.

Ø  Dapat disetting secara otomatis untuk menyimpan data yang telah diproses.

  • User Oriented Design

Ø  Proses pemasukan data dapat dilakukan dengan mudah.

Ø  Dapat dengan mudah merubah satu metode solusi dengan metode solusi lainnya untuk dibandingkan jawabannya.

Ø  Warna data yang dimasukkan akan berbeda warna dengan warna dari hasil.

Expert Choise dan AHP

Merupakan paket perangkat lunak yang mengimplementasikan AHP di mikrokomputer. Sebelum menggunakan EC, diharapkan harus memahami model AHP.  AHP adalah metode pengambilan keputusan melalui proses yang sederhana untuk menganalisa masalah yang rumit.

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).

Menyusun Hirarki

Menurut Saaty, ada tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan AHP, yaitu prinsip menyusun hirarki (Decomposition), prinsip menentukan prioritas (Comparative Judgement), dan prinsip konsistensi logis (Logical Consistency). Hirarki yang dimaksud adalah hirarki dari permasalahan yang akan dipecahkan untuk mempertimbangkan kriteria-kriteria atau komponenkomponen yang mendukung pencapaian tujuan. Dalam proses menentukan tujuan dan hirarki tujuan, perlu diperhatikan apakah kumpulan tujuan beserta kriteria-kriteria yang bersangkutan tepat untuk persoalan yang dihadapi. Dalam memilih kriteria-kriteria pada setiap masalah pengambilan keputusan perlu memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a.   Lengkap

Kriteria harus lengkap sehingga mencakup semua aspek yang penting, yang  digunakan dalam mengambil keputusan untuk pencapaian tujuan.

b.   Operasional

Operasional dalam artian bahwa setiap kriteria ini harus mempunyai arti bagi pengambil keputusan, sehingga benar-benar dapat menghayati terhadap alternatif yang ada, disamping terhadap sarana untuk membantu penjelasan alat untuk berkomunikasi.

c.   Tidak berlebihan

Menghindari adanya kriteria yang pada dasarnya mengandung pengertian yang sama.

d.  Minimum

Diusahakan agar jumlah kriteria seminimal mungkin untuk mempermudah pemahaman terhadap persoalan, serta menyederhanakan persoalan dalam analisis.

Decomposition

Setelah persoalan didefinisikan maka perlu dilakukan decomposition, yaitu memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya. Jika ingin mendapatkan hasil yang akurat, pemecahan juga dilakukan terhadap unsur-unsurnya sehingga didapatkan beberapa tingkatan dari persoalan tadi. Karena alasan ini maka proses analisis ini dinamai hirarki (Hierarchy). Pembuatan hirarki tersebut tidak memerlukan pedoman yang pasti berapa banyak hirarki tersebut dibuat, tergantung dari pengambil keputusan-lah yang menentukan dengan memperhatikan keuntungan dan kerugian yang diperoleh jika keadaan tersebut diperinci lebih lanjut. Ada dua jenis hirarki, yaitu hirarki lengkap dan hirarki tidak lengkap. Dalam hirarki lengkap, semua elemen pada semua tingkat memiliki semua elemen yang ada pada tingkat berikutnya. Jika tidak demikian maka dinamakan hirarki tidak lengkap.

Comparatif Judgement

Prinsip ini berarti membuat penilaian tentang kepentingan relatif dua elemen pada suatu tingkat tertentu dalam kaitannya dengan tingkat yang diatasnya. Penilaian ini merupakan inti dari AHP, karena akan berpengaruh terhadap prioritas elemen-elemen. Hasil dari penilaian ini akan ditempatkan dalam bentuk matriks yang dinamakan matriks pairwise comparison. Dalam melakukan penialaian terhadap elemen-elemen yang diperbandingkan terdapat tahapan-tahapan, yakni:

a. Elemen mana yang lebih (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

b. Berapa kali sering (penting/disukai/berpengaruh/lainnya)

Synthesis of Priority

Dari setiap matriks pairwise comparison kemudian dicari nilai eigen vectornya untuk mendapatkan local priority. Karena matriks-matriks pairwise comparison terdapat pada setiaptingkat, maka untuk mendapatkan global priority harus dilakukan sintesis antara local priority. Pengurutan elemen-elemen menurut kepentingan relatif melalui prosedur sintesis dinamakan priority setting.

Logical Consistency

Konsistensi memiliki dua makna, pertama adalah objek-objek yang serupa dapat dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi. Arti kedua adalah menyangkut tingkat hubungan antara objek-objek yang didasarkan pada kriteria tertentu.

Penggunaan Metode AHP

AHP dapat digunakan dalam memecahkan berbagai masalah diantaranya untuk mengalokasikan sumber daya, analisis keputusan manfaat atau biaya, menentukan peringkat beberapa alternatif, melaksanakan perencanaan ke masa depan yang diproyeksikan dan menetapkan prioritas pengembangan suatu unit usaha dan permasalahan kompleks lainnya. Secara umum, langkah-langkah dasar dari AHP dapat diringkas dalam penjelasan berikut ini:

1.   Mendefinisikan masalah dan menetapkan tujuan. Bila AHP digunakan untuk memilih alternatif atau penyusunan prioritas alternatif, maka pada tahap ini dilakukan pengembangan alternatif.

2.   Menyusun masalah dalam struktur hirarki. Setiap permasalahan yang kompleks dapat ditinjau dari sisi yang detail dan terstruktur.

3. Menyusun prioritas untuk tiap elemen masalah pada tingkat hirarki. Proses ini menghasilkan bobot elemen terhadap pencapaian tujuan, sehingga elemen dengan bobot tertinggi memiliki prioritas penanganan. Langkah pertama pada tahap ini adalah menyusun perbandingan berpasangan yang ditransformasikan dalam bentuk matriks, sehingga matriks ini disebut matriks perbandingan berpasangan.

C merupakan kriteria dan memiliki n dibawahnya, yaitu A1 sampai dengan An. Nilai perbandingan elemen Ai terhadap elemen Aj dinyatakan dalam aij yang menyatakan hubungan seberapa jauh tingkat kepentingan Ai bila dibandingkan dengan Aj. Bila nilai aij diketahui, maka secara teoritis nilai aji adalah 1/aij, sedangkan dalam situasi i=j adalah mutlak 1. Nilai numerik yang dikenakan untuk perbandingan diatas diperoleh dari skala perbandingan yang dibuat oleh Saaty pada tabel diatas. Untuk menyusun suatu matriks yang akan diolah datanya, langkah pertama yang dilakukan adalah menyatukan pendapat para responden melalui rata-rata geometrik yang secara sistematis ditulis sebagai berikut:

Aij = (Z1,Z2,Z3,…,Zn)1/n

Dimana aij menyatakan nilai rata-rata geometrik, Z1 menyatakan nilai perbandingan antar kriteria untuk responden ke 1, dan n menyatakan jumlah partisipan. Pendekatan yang dilakukan untuk memperoleh nilai bobot kriteria adalah dengan langkah-langkah berikut:

a.   Menyusun matriks perbandingan

b.   Matriks perbandingan hasil normalisasi

4. Melakukan pengujian konsistensi terhadap perbandingan antar elemen yang didapatkan pada tiap tingkat hirarki. Konsistensi perbandingan ditinjau dari per matriks perbandingan dan keseluruhan hirarki untuk memastikan bahwa urutan prioritas yang dihasilkan didapatkan dari suatu rangkaian perbandingan yang masih berada dalam batas-batas preferensi yang logis. Setelah melakukan perhitungan bobot elemen, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian konsistensi matriks.

5.   Melakukan pengujian konsistensi hirarki. Pengujian ini bertujuan untuk menguji kekonsistensian perbandingan antara kriteria yang dilakukan untuk seluruh hirarki. Total CI dari suatu hirarki diperoleh dengan jalan melakukan pembobotan tiap CI dengan prioritas elemen yang berkaitan dengan faktorfaktor yang diperbandingkan, dan kemudian menjumlahkan seluruh hasilnya. Dasar dalam membagi konsistensi dari suatu level matriks hirarki adalah mengetahui konsistensi indeks (CI) dan vektor eigen dari suatu matriks perbandingan berpasangan pada tingkat hirarki tertentu.

Nov 29

Network Computing: Alternatif Untuk Dunia Bisnis

Posted by on Nov 29 2010

Pertanyaan pertama yang akan muncul dari sebagian besar orang kemungkinan adalah”Mengapa Network-Centric Computing (NC)?” baru kemudian muncul pertanyan yang sifatnya akan lebih teknis, seperti “Apakah NC?” dsb. Tulisan ini akan membahas secara garis besar dari sisi pemakai khususnya untuk di arahkan ke aplikasi bisnis & bagaimana dunia usaha dapat diuntungkan dengan adanya NC.

Tampak pada gambar di samping merupakan salah satu contoh network computing yang pertama diluncurkan di dunia oleh HDS. Network Computing merupakan aliansi banyak perusahaan mulai dari Oracle, HDS, Sun, IBM dll.

Ada beberapa argumentasi yang berkembang yang mendukung terbentuknya konsep Network Computing (NC) ini. Beberapa diantaranya adalah:

  • Dunia bisnis membutuhkan informasi dari banyak sumber (artinya dibutuhkan sebuah jaringan komputer untuk melakukan hal ini secara effisien).
  • Distributed computing yang berkembang akhir-akhir ini ternyata menyebabkan manajemen sebuah system informasi menjadi sangat mahal & sulit di atur (di manage).
  • End user & PCs yang ternyata akan mengatur network.
  • PC pada awalnya tidak di rancang untuk jaringan komputer.
  • Internet telah mengubah konsep komputing secara drastis.
  • Konsep yang baru di bidang komputerisasi diperlukan untuk solusi desktop yang baru.

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan Teknologi Informasi serta diikuti dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi telekomunikasi saat ini, maka hampir semua industri atau usaha bisnis di pengaruhi oleh sistem informasi yang berbasis komputer demikian juga dalam aplikasi usaha lebih banyak menggunakan komputer, sehingga mau tidak mau dunia bisnis ataupun pengelola perusahaan telah mempertimbangkan bahwa memenej sumber daya informasi sama pentingnya dengan memenej sumber daya yang lain, seperti aset, fasilitas, peralatan, karyawan, maupun modal.

Di dorong oleh keperluan didunia bisnis, berbagai perusahaan telah banyak mengimplementasikan enterprise-wide networks, yang mengkaitkan PCs, legacy equipments, seperti IBM mainframes, dan peralatan komunikasi pada kecepatan tinggi. Berbagai perusahaan telah bergeser dari sistem tradisional host/slave environment yang menggunakan  mainframe ke distributed client/server yang menyebabkan computing power tersebar di seluruh perusahaan. Dan kini, dengan keberadaan Internet telah membuka kemungkinan bagi orang dalam perusahaan mengakses berbagai informasi di seluruh dunia.

Mengoperasi jaringan dengan berbagai revisi & upgrade merupakan hal yang sangat sulit dilakukan & mahal. Hasil survey oleh Forrester Research dari CIO  Fortune 500 companies menunjukan bahwa hanya 18% dari proyek untuk implementasi client/server yang berhasil tepat waktu & tepat pendanaan / budget. Hal ini menyebabkan dunia bisnis saat ini mencari cara untuk memperoleh alternatif jaringan komputer yang memenuhi empat (4) syarat utama yaitu:

  • Aman (Secure).
  • Powerfull.
  • Userfriendly.
  • Biaya yang effisien.

Berdasarkan kriteria yang sederhana di atas akhirnya para pakar mulai mendefinisikan sebuah set teknologi untuk menggantikan model client/server yang banyak di anut sekarang. Model network-centric computing menggunakan teknologi internet menjadi dasar bagi strategi banyak perusahaan, pada saat mereka membelokannya ke solusi open, standard-based untuk membangun & memperkaya jaringan internal mereka, yang kemudian dikenal sebagai intranet.

Dalam model intranet, remote server & client bekerjasama melalui teknologi seperti Web, HTTP, HTML dan Java yang dapat dijalankan pada berbagai platform komputer. Hal ini bukan sesuatu yang aneh melihat perkembangan Web di Internet yang berkembang secara exponensial seperti tampak pada gambar perkembangan Web server di samping yang di ambil dari WebCrawler salah satu search engine yang cukup besar di Internet.

Teknologi terobosan yang dikembangkan di Internet menggunakan Web browsing dan Java telah membuka pintu pada teknik & konsep terbaru dari rancangan & implementasi jaringan komputer. Cukup menggunakan web browser, orang dapat dengan mudah mengakses program aplikasi melalui perintah “point and click” yang sangat mudah.

Tentunya, pada akhirnya – semua ini akan kembali ke jenis komputer yang digunakan oleh end user, argumentasi yangs sering diberikan oleh orang-orang network computer adalah – PC seperti tidak ada built-in networking, sangat cepat obsolet, sukar di manage. Hal ini akhirnya mengacu pada syarat sebuah peralatan network computing yang:

  • Biaya yang jauh di bawah PC.
  • Di disain untuk networking environment..
  • Dapat mengakses berbagai aplikasi.
  • Mempunyai kemampuan untuk Internet / Intranet.
  • Dapat menjalankan aplikasi Java.
  • Powerful.
  • Mudah untuk di instalasi.
  • Mudah untuk di manage.
  • Mempunyai banyak option.

Akhirnya timbul konsep network computer. Banyak orang yang membicarakan berbagai bentuk dari network computer – Sun mengajukan JavaStation; Oracle mengajukan Network Computer, HDS mengajukan @workStation. Mereka semua berusaha mengacu untuk bentuk intranet computing model yang baru akan tetapi tetap memberikan akses ke PC & legacy data. Berbagai network computer yang ada sebetulnya kemampuannya masih sangat terbatas pada kemampuan browsing internet.

Network computer harus dapat di sambungkan ke dalam jaringan yang ada sekarang ini dan berjalan bersama PC. Network computer seharusnya dapat menjalan program aplikasi PC, Mainframe dan UNIX di samping tambahan yang baru seperti Java dan Internet. Semuanya akhirnya konvergen pada persyaratan network computing yang ada di atas.

Sesuai dengan istilah yang digunakan yaitu network computer, sebuah asumsi harus digunakan tentang bandwidth dari jaringan komputer yang tersedia untuk network computer tersebut. Bandwidth akan menjadi isu kunci untuk full-scale network computing. Apakah sebuah file / program akan diproses di system / server tempat dia berada, atau dijalankan di remote terminal (sebuah NC) yang digunakan oleh pengguna? Rancang bangun program yang digunakan akan berbeda untuk dua pendekatan tersebut – yang menjadi pembatas adalah ketersediaan bandwidth yang ada.Jika cukup banyak bandwidth tersedia, limiting factor yang ada adalah kecepatan NC tersebut. Tetapi jika bandwidth yang digunakan hanyalah data melalui sebuah kabel telepon, maka bandwidth akan menjadi pembatas utama dari aplikasi menggunakan NC.

Dengan asumsi bandwidth yang besar pada perusahaan / Intranet, maka aplikasi yang akan banyak berguna bagi NC adalah misalnya:

  • Terminal pada sebuah jaringan perusahaan farmasi / apotik untuk melayani banyak pelanggan.
  • Terminal pada teler di berbagai bank untuk melayani pelanggan.
  • Terminal untuk bagian pelayanan customer di perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan.
  • Terminal di sebuah trade floor di bursa effek.
  • Terminal di kamar-kamar hotel / rumah di real estate yang tersambung ke LAN dengan kecepatan tinggi untuk video on demand.

Ada banyak perusahaan yang saat ini menawarkan produk network computer ini, beberapa diantaranya adalah:

HDS <http://www.hds.com>

Sun <http://www.sun.com>

Oracle <http://www.oracle.com>

Tentunya masih banyak aplikasi yang dapat dikembangkan secara murah menggunakan teknologi network computer ini. Salah satu teknologi yang akan menjadi saingan berat dari network computer ini adalah Network PC yang di canangkan oleh Intel & Microsoft. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan sedikit alternatif tentang salah satu teknologi yang mulai berkembang secara pesat belakangan ini di Internet.

Sumber: dikutip dari tulisan Onno W. Purbo

Computer Network Research Group ITB

Nov 03

Hello world!

Posted by on Nov 03 2010

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Skip to toolbar